Helm Standar

Qta perlu pake helm coz jalanan (gak dibuat dari batu, dari aspal, dari beton, dan laen2) itu lebih keras dari kepala, jadi klo diadu ya kepala qta yang penyok, makanya qta butuh lapisan pelindung yang menghalangi hantaman langsung antara kepala dengan jalanan pada saat terjatuh.


helm sebaiknya berbahan licin dan tidak terbuat dari bahan karet, kulit, atau sejenisnya, hal ini dikarenakan untuk menghindari timbulnya gesekan besar yang menghambat helm untuk menggelincir, jika saat terjatuh helm menyentuh jalan tetapi tidak menggelincir maka dikhawatirkan terjadi patah leher karena tubuh terpelanting tetapi posisi kepala tertahan coz helm “nge-rem” pada jalan sehingga berkemungkinan menekuk leher pada posisi yang tidak “indah”


Jenis Helm Standar :

FULL FACE

HALF FACE ( tidak memberikan proteksi maksimal untuk bagian wajah dan dagu)

helmetdamage

diagram diatas menunjukan lokasi kerusakan dari helm setelah kecelakaan (sumber : Dietmar Otte, Hannover Medical University, Department of Traffic Accident Research, Germany) 35% dari semua keelakaan menunjukan kerusakan besar pada bagian pelindung muka dan dagu helm. jadi klo pake helm half face berarti qta cuman dapet perlindungan sebesar 65% dari hantaman plus resiko rusaknya wajah ganteng n cantik kita.

Bagian-bagian helm standar terdiri dari :

1) Outer shell atau Bagian Terluar. Outer shell biasanya terbuat dari fiberglass, molded plactic atau polycarbonate composite yang berguna untuk melindungi penetrasi ke kepala dari benda keras dan mengurangi energi hantaman akibat benturan.

2) Impact-Absorbing Liner/Padding yang biasanya terbuat dari bahan impact-absoring polystyrene atau styrofoam. Bagian ini yang berfungsi meredam atau mengurangi energi hantaman dari outer shell ke bagian kepala yang ditimbulkan pada saat benturan, karena itu jika benturan terjadi maka bagian ini yang paling merasakan imbasnya, biasanya bagian ini akan mengalami kerusakan permanen setelah hantaman, jadi ganti helm lu klo abis ngalamin hantaman, dari luar siy tampak bagus-bagus aja tapi dalemnya udah rusak bos.

3) Comfort Linner atau bagian dalam helmBiasanya terbuat dari Soft Foam dan clotch layer yang akan bersentuhan langsung dengan bagian kepala.

4) Retention System atau Tali Pengikat, menjaga Helm tetap menempel di kepala pada saat terjadinya benturan. Sehingga proteksi Helm dapat bekerja. Bagian helm lain yang juga cukup penting adalah visor/ kaca pelindung yang berfungsi untuk memberikan proteksi terhadap mata dari penetrasi debu, pasir, kerikil, serangga.

helmet1

SERTIFIKASI HELM

SNELL

Snell Foundation adalah laboratorium independent non-profit untuk tes helm. William “Pete” Snell adalah seorang pambalap amatir yang meninggal karena cidera kepala pada kecelakaan di tahun 1956, waktu itu dia memakai helm kulit (tau kan yang di film2 lama itu loh). Snell Foundation didirikan pada tahun 1957. pada awalnya lab ini dipimpin oleh Dr.George Snively (seorang dokter, insinyur, dan pembalap amatir yang tertarik pada helm dan perlindungan kepala). Waktu itu Snell menggunakan beberapa kepala mayat dan mengetesnya dengan cara dijatuhkan untuk melihat bagaimana otak bisa cidera, dari percobaan itu mereka mulai mengerti cara untuk melindungi otak. melalui proses uji coba ini lalu terciptalah standar. (helm sebaiknya berbahan licin dan tidak terbuat dari bahan karet, kulit, atau sejenisnya, hal ini dikarenakan untuk menghindari timbulnya gesekan besar yang menghambat helm untuk menggelincir, jika saat terjatuh helm menyentuh jalan tetapi tidak menggelincir maka dikhawatirkan terjadi patah leher karena tubuh terpelanting tetapi posisi kepala terhambat gesekan helm pada jalan sehingga berkemungkinan menekuk leher pada posisi yang tidak “indah”)

untuk mendapatkan sertifikat SNELL, pabrikan helm harus menandatangani kontrak dengan SNELL FOUNDATION dan membayar untuk tes, kontrak ini menungkinkan SNELL untuk membeli hingga 10% dari produksi mereka di pasaran dan mengetesnya, jika lulus maka pabrikan berhak menempelkan stiker sertifikasi SNELL pada produk mereka. jika helm lu ada stiker sertifikasi SNELL’nya tapi di dalemnya gak ada label sertifikasi SNELL bernomor dan memiliki barcode, maka itu bukan helm bersertifikat asli SNELL. Nomor sertifikasi terbaru saat tulisan ini dibuat adalah M2005, sebelumnya adalah M2000 dan M95. (bentuk labelnya kayak dibawah ini, dan space “###SAMPLE###” di kiri bawah label diisi oleh barcode helm)

snellm2000

images

Untuk melihat daftar merk helm yang telah memenuhi standar SNELL, silahkan kunjungi Snell Memorial Foundation (SMF) di : http://www.smf.org/cert.html

klik saja pada logo jenis sertifikasi untuk melihat merk helm dan ukurannya yang memenuhi standar SNELL

Video test hel untuk sertifikasi SNELL bisa dilihat di :

http://www.youtube.com/watch?v=8351eRdYOd4&feature=related

DOT (Department of Transportation) U.S

pada tahun 80’an DOT mulai terjun pada bidang sertifikasi helm, standar mereka dibuat pada tahun 1971, dan bagian yang utama dari standar2 DOT tidak pernah direvisi sejak itu.

sertifikasi DOT dibuat untuk pemakaian dalam kecepatan normal sedangkan sertifikasi SNELL dibuat untuk pemakaian lebih tinggi, karenanya sedikit sulit untuk mendapatkan kedua sertifikasi ini bersamaan tapi jika berhasil mendapat DOT dan SNELL maka hasilnya adalah helm yang bagus.

Beberapa pabrikan helm menempelkan stiker DOT maupun SNELL walaupun helm mereka sebenarnya tidak memenuhi sertifikasi DOT dan SNELL.

Untuk ngecek apa helm kita DOTnya beneran apa nggak, yang paling gampang adalah memeriksa labelingnya. Helm lulusan DOT harus ada :

(1) Nama pabrik/identifikasi nya.

(2) Model

(3) Size

(4) Tahun dan bulan pembuatan.Bisa dg format lengkap MMMM YYYY (misal June 1990), atau angka M/YY (misal 6/90 )

(5) Simbol / sticker/tulisan DOT. Simbol ini harus kelihatan di bagian luar helm, dg warna yang kontras dg background. Tinggi huruf minimal 1 cm tertulis secara horizontal minimum 2.9 cm, dan maksimum 3.5 cm dari pinggir helm.

(6) Instruksi untuk pembeli, yang tulisannya (gua kutip aslinya) :

(A) “Shell and liner constructed of (identify type(s) of materials)”

(B) “Helmet can be seriously damaged by some common substances without damage being visible to the user. Apply only the following: (Recommended cleaning agents, paints, adhesives, etc., as appropriate) “

© “Make no modifications. Fasten helmet securely. If helmet experiences a severe blow, return it to the manufacturer for inspection, or destroy it and replace it.”

(D) Any additional relevant safety information should be supplied at the time of purchase by means of an attached tag, brochure, or other suitable means.

E2205 atau ECE 22-05 European Standard

Semua helm yang dijual di Inggris harus lewat sertifikasi ini, atau standar yang lama BS 6658. Helm ECE 22-05 ditest oleh BSI (British Standard Institute). BSI 6658 dan ECE 22-05 termasuk standard tertinggi, dapat disamakan dengan Snell M-2000, dan dianggap lebih tinggi dari standard DOT maupun standar Eropa CE yang lebih tua lainnya. Sticker ECE 22-05 biasanya ada di bagian belakang helm, termasuk identitas batch number.

SNI (Standar Nasional Indonesia)

belum dapet informasi lengkapnya bos,, cari2 di web BSN-SNI juga gag dapet informasi yang jelas.

skarang-skarang label ni standar kudu terpasang di helm biar gag kena tilang, tapi kalo di helm’nya dah ada label snell masih kena tilang juga gag yah ??

konyol juga klo masi kena tilang, gambarannya kyak nganggap mobil kijang lebih mewah daripada mercedes-benz, ngarti kan ??

SERTIFIKASI yang PALSU

EN-3 dan laen-laen

Ni sertifikasi sebenernya antara gak ada ATAU dibuat untuk objek sertifikasi non-helm, jadi kagak aman buat nyawa lu. mending pake yang jelas-jelas aja dah, sayang kan klo ngejar murah or gaya malah kepala jadi penyok.

Helm yang baik itu…

menurut SNELL Institute, helm yang baik harus melindungi bagian pelipis (bagian rata antara mata dan rambut, bagian rawan ni boy!!) dan rahang. tau helm full-face yang bagian rahangnya bisa dibuka jadi half face macam INK Vektor? helm begono niy klo tabrakan bisa ngebuat pelipis lu cidera, bisa jadi gara-gara tempat nongkrong styrofoam pelindung di bagian pelipis diserobot ama mekanisme tambahan ni helm.

Snell Institute menyarankan mengganti helm sebanyak 2 tahun sekali jika dipakai balapan dan 5 tahun sekali dalam pemakaian normal, helm dengan umur lebih dari 5 tahun harus dihancurkan agar tidak dipakai lagi, kualitas komponen dalam helm menurun seiring berjalannya waktu.

TIPS MEMILIH HELM

1) Pilihlah helm yang telah berlabel stiker sertifikat (DOT atau SNELL atau E2205 / ECE 22-05 European Standard), dimana maksudnya adalah Helm tersebut telah memenuhi Safety Test Standard yang dilakukan oleh suatu lembaga resmi untuk pengujian Helm.

2) Jangan menggunakan HELM “cetok ” karena helm seperti ini tidak akan dapat melindungi kepala pada saat terjadi kecelakaan.

3) Pilihlah kaca pelindung helm yang dapat melindungi mata serta dapat memberikan keleluasaan dalam pandangan.

4) Pilihlah helm yang mempunyai kaca pelindung transparan (tidak berwarna hitam), karena sangat berbahaya bila digunakan pada saat malam hari.

5) Pilihlah helm yang sesuai dengan ukuran kepala dan nyaman dipakai.

6) Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur, karena helm tersebut tidak memiliki perlindungan yang optimal.

7) Masa waktu penggunaan HELM adalah 3 tahun sejak dikeluarkan oleh pabrik, untuk menghindari masa expires pada saat dikeluarkan oleh pabrik dan dipasarkan di toko gunakan helm selama 2 tahun.

Tips untuk memilih Helm yang sesuai dengan ukuran kepala kita :

1. Bagian dalam samping helm harus dirasakan menekan pipi, terasa agak kencang, tapi masih dalam batas kenyamanan pemakai.

2. Gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, helm harus tetap mengikuti. Sedikit saja ada gerakan yang mengganggu, besar kemungkinan ukuran helm belum sip atau kebesaran.

3. Pandangan kedepan usahakan tetap fokus saat helm dipakai. Tidak terganggu baik oleh bentuk helm, maupun tekanan yang ada dikepala. Tahan sekitar 30 detik. Kalau pelipis terasa sakit, maka helm itu kurang pas

4. Dorong bagian helm ke atas, kalau sangat mudah lepas dan dapat dimiringkan melebihi 45 derajat, berarti helm terlalu longgar. Andai saja terpelanting saat dipakai, pasti pelindung kepala ini akan lepas.

5. Tidak kopong – Bila di ketuk bagian batoknya tidak berbunyi nyaring

6. Tidak lentur – Helm di posisikan terbalik bila kedua sisinya ditekan tidak berubah bentuknya

7. Jarak dari mulut pemakai dengan ujung helm sekitar 1-1.5 cm

8. Kaca helm tidak terlalu tipis, ketebalannya sekitar 2-3 mm

9. Suara kendaraan lain terdengar jelas meski kaca helm tertutup

terakhir niy, meski helm yang lu pake dah canggih-tralala, mahal-olalala, n BENERAN ASLI bersertifikat DOT dan SNELL, yang paling penting adalah kelakuan lu waktu berkendara, yang santai sentosa kebanyakan siy aman nyampe tujuan, beda ama yang ngebut donk, jadi hormati sesama pemakai jalan, n berkendaralah dengan aman🙂.

Disarikan dari : http://www.calsci.com/motorcycleinfo/Helmets.html dan sumber lainnya yang mana banyak n pada mirip2 ampe lupa URL’nya.

2 Comments (+add yours?)

  1. TIFAN
    Jun 27, 2009 @ 09:31:12

    Thank for your infotrmation.After that Ask About Buy Helmet The Best Merk,Please Give me Merk Helmet ist the best,sample merk,Ink,kyt,agv And Other,

    I waiting For your information,

  2. yuriyuda
    Aug 09, 2009 @ 01:03:49

    we talk about full-face okay,, the half-face helmet maybe look very cool but it not fully-protect u from the impact…
    tifan,, I highly recommend “bell” for you,,,

    but if u insist to choose between Ink, kyt, or agv,, from my experience i’ll recommend agv or ink,,

    brother.. please use the full-face helmet,, it will protect u’r beautiful chin from hard-impact,,
    had a nice ride…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: