Alat-alat analisis pada Quality Control – Process Control – Six Sigma

berikut adalah alat-alat utama dari Quality Control – Six Sigma yang banyak dipakai secara luas :

Garvin’s 8 Dimensions of Quality

Metode ini dipakai untuk mengevaluasi kualitas produk atau merek secara umum, pemakaiannya harus didukung oleh proses survei atau riset yang sesuai dengan aturan statistika.

Item-item penelitian dalam metode ini antara lain :

  1. Performance (akankah produk melakukan tugasnya dengan baik?)
  2. Reliability (seberapa sering produk gagal atau mengalami penurunan kualitas?)
  3. Durability (seberapa lama produk bisa bertahan?)
  4. Serviceability (seberapa mudah untuk memperbaiki produk?)
  5. Aesthetic (seperti apa rupa produk?)
  6. Features (kelengkapan apa saja yang dimiliki produk?)
  7. Perceived Quality (bagaimana reputasi dari merek atau produk?)
  8. Conformance to Standards (apakah produk dibuat sesuai desain perancang atau sesuai dengan standar yang ditetapkan badan standarisasi resmi ?)

kolaborasi kesimpulan dari survei atau riset ke-8 poin diatas lalu digabungkan untuk diambil kesimpulan final mengenai kualitas suatu merek atau produk.

 

~

7 Magnificent Tools

  • Flowchart

Diagram yang menggambarkan urutan suatu proses, dipakai untuk menentukan bagian mana dari proses yang bisa dijadikan objek analisis.

  • Check Sheet

formulir pemeriksaan yang berisi indikator-indikator kualitas yang digunakan untuk mengumpulkan data dan dapat langsung dianalisa.

  • Histogram

Histogram menunjukkan besarnya frekuensi dari masing-masing faktor, sehingga kontribusi dari masing-masing faktor tersebut akan dapat diketahui secara jelas.

  • Scatter Plot

diagram yang digunakan untuk melihat hubungan antara 2 atau 3 faktor. Untuk 2 faktor scatter plot bisa berbentuk 2 atau 3 dimensi, sedangkan untuk 3 faktor maka plot harus berbentuk 3 dimensi.

merupakan suatu peta yang merekam data karakteristik kualitas produk yang diukur dari sampel berdasarkan atas urutan waktu. Tujuan utama dari peta kendali untuk melakukan perbaikan berkelanjutan (continous improvement) pada proses dengan cara menurunkan jumlah cacat (khusus Control Chart memiliki post sendiri dalam blog ini guna memberikan penjelasan yang lebih mendalam, click on me to visit Control Chart )

  • Fishbone Diagram (Ishikawa Diagram / Cause & Effect )

Fishbone Diagram adalah suatu pendekatan terstruktur yang memungkinkan analisis dilakukan lebih terperinci untuk menemukan penyebab suatu masalah, ketidaksesuaian, dan kesenjangan yang ada.

  • Pareto Diagram

Diagram pareto adalah grafik batang yang mengurutkan dari nilai data paling besar ke nilai data paling kecil. Disarankan pengurutan tersebut juga dikaitkan dengan keuntungan atau kerugian secara finansial agar diketahui bagian mana yang harus mendapatkan prioritas terlebih dahulu.

~ ~ ~

Semua alat pada 7 magnificent tools tidak hanya dapat diaplikasikan pada metode Quality Control – Six Sigma, namun juga dapat dipakai terpisah dan memiliki fungsi masing-masing, berikut adalah salah satu contohnya :

Sumber informasi : Introduction to Statistical Quality Control 4’th edition, Douglas c. Montgomery, John Wiley & Sons, Inc, 2001.

(download edisi ke-5)

1 Comment (+add yours?)

  1. Trackback: Perbedaan Statistical Process Control dan Statistical Quality Control « Carabineri++

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: