Jenis-jenis Quality Control – Six Sigma

Secara umum, metode dalam Quality Control – Six Sigma dibagi menjadi 2 bagian, yakni D.M.A.I.C dan D.F.S.S.

Pembagian ini didasarkan pada sudah atau belumnya proses produksi berjalan,

Kata “produksi” diatas tidak hanya dimaksudkan pada “produksi barang” tetapi juga “produksi jasa”.

DMAIC

DMAIC adalah metodologi yang dipakai untuk mengontrol kualitas dari suatu proses yang sudah berjalan (sudah menghasilkan produk baik barang atau jasa).

penjabaran singkatnya :
Define – Menentukan sasaran proyek dan keinginan konsumen untuk dijadikan penentu objek analisis atau batas spesifikasi,

Measure – Menghitung objek analisis untuk menentukan kemampuannya,
Analyze – Menganalisis, menentukan penyebab kecacatan, atau menyimpulkan hasil dari proses “Measure”
Improve – Memperbaiki proses dengan acauan yang berdasarkan hasil dari proses “Analyze”
Control – Mengontrol proses yang sudah diperbaiki dengan perhatian khusus pada penyebab-penyebab cacat yang sudah diketahui.

Pada beberapa kasus, DMAIC dapat dimodifikasi menjadi DMAIIC, dimana “I” kedua adalah Implement – Menerapkan hasil revisi dari proses “Improve”

detail dari langkah-langkah tersebut tidak baku dan menyesuaikan dengan kebutuhan pemakainya, tinggal mengkombinasikan alat-alat analisis sesuai dengan tujuan dari analisis.

DFSS

DFSS adalah singkatan dari Design For Six Sigma. Tidak seperti metode DMAIC, DFSS digunakan untuk mencapai kualitas yang baik dari sebuah proses yang belum berjalan atau produk maupun jasa baru.

Fase atau langkah dari DFSS tidak ditentukan secara baku – hampir setiap perusahaan menentukan langkah DFSS’nya sendiri-sendiri menyesuaikan dengan kebutuhan sendiri.

Beberapa metode DFSS :

  • DMADV

Define – Menentukan sasaran proyek dan keinginan konsumen untuk dijadikan penentu objek analisis atau batas spesifikasi,

Measure – Menghitung objek analisis untuk menentukan spesifikasi yang dibutuhkan konsumen,
Analyze – Menganalisis, menentukan, dan menyimpulkan hasil dari proses “Measure”
Design – Merancang proses atau spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,
Verify – memeriksa, dan mengontrol hasil rancangan sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

  • DMADOV

Define – Menentukan sasaran proyek dan keinginan konsumen untuk dijadikan penentu objek analisis atau batas spesifikasi,

Measure – Menghitung objek analisis untuk menentukan spesifikasi yang dibutuhkan konsumen,
Analyze – Menganalisis, menentukan, dan menyimpulkan hasil dari proses “Measure”
Design – Merancang proses atau spesifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,

Optimize – Optimalisasi, dan simulasikan desain dan kemampuannya dengan menggunakan alat-alat dan pemodelan statistika,

Verify – memeriksa, dan mengontrol hasil rancangan sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen.

  • DCCDI

Define – Tentukan tujuan proyek,
Customer – Analisa spesifikasi konsumen,
Concept – Ide proyek dikembangkan, direvisi, dan dipilih yang terbaik untuk proyek,

Design – Rancang desain proyek berdasarkan ide yang telah dipilih untuk memenuhi spesifikasi-spesifikasi kebutuhan bisnis dan konsumen,

Implementation – menerapkan rancangan proyek ke proses produksi.

  • IDOV

Identify – mengidentifikasi konsumen dan spesifikasi produk yang dibutuhkan oleh konsumen,

Design – menerjemahkan spesifikasi yang dibutuhkan konsumen kedalam beberapa rancangan produksi, dari beberapa rancangan ini lalu dipilih atau (bisa juga) digabungkan menjadi rancangan terbaik,

Optimize – Optimalisasi, dan simulasikan desain dan kemampuannya dengan menggunakan alat-alat dan pemodelan statistika,

Validate – Pastikan desain yang dibuat telah memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan konsumen.

  • DMEDI (dikenalkan oleh PricewaterhouseCoopers)

Define – Menentukan sasaran proyek dan keinginan konsumen untuk dijadikan penentu objek analisis atau batas spesifikasi,

Measure – Menghitung objek analisis untuk menentukan spesifikasi yang dibutuhkan konsumen,
Explore – melakukan analisis lebih dalam guna mendapat pemahaman yang lebih baik tentang spesifikasi produk yang dibutuhkan konsumen,

Develop – merancang dan mengembangkan ide mengenai proses produksi berdasarkan hasil dari tahap “explore”,

Implement – menerapkan hasil rancangan kedalam proses produksi.

Sekali lagi hanya mengingatkan, detail dari langkah-langkah tersebut tidak baku dan menyesuaikan dengan kebutuhan pemakainya, tinggal mengkombinasikan alat-alat analisis sesuai dengan tujuan dari analisis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: