Control Chart for Variabel ( grafik pengendali variabel )

Variabel disini maksudnya adalah jenis data yang memiliki ukuran dan besaran tertentu, misalnya panjang, lama, berat, diameter, dll.

Terdapat dua jenis control chart untuk data variabel, yakni x-bar dan R atau S

Kedua control chart jenis x-bar dan R atau S fungsinya saling melengkapi guna mencapai tujuan terkontrolnya suatu proses sehingga tidak bisa dipakai terpisah kecuali untuk tujuan khusus tertentu.

Di satu sisi, yang digunakan sebelum x-bar yakni control chart R atau S  merapihkan interval variasi data kedalam interval yang terkontrol ( gambar a menjadi gambar b, bentuk distribusi datanya menjadi kurva normal yang ideal )

Sedangkan pada sisi yang lain, control chart x-bar mengarahkan “rata-rata” data hasil dari proses control chart R ke titik yang sebenarnya, mengikuti pola distribusi normal (gambar c menjadi gambar d, kurva normal yang telah ideal digeser posisinya ke dalam interval ideal dengan patokan nilai rata-rata data )

Sehingga jika hanya control chart R (atau S) atau x-bar saja yang dipakai, maka sebenarnya data proses belum sepenuhnya terkontrol (gambar a dan c) sehingga bisa saja terdapat kecacatan proses yang tidak terdeteksi.

Berikut adalah langkah pembuatan control chart :

i. Menentukan grup analisis berdasarkan klasifikasi tertentu

misalnya berdasarkan waktu produksi atau waktu pelayanan

ii. Melakukan pengambilan sampel sesuai dengan kaidah pada teknik sampling survei untuk mengisi grup analisis.

ingat !! semua anggota grup analisis harus berjumlah sama, karena jika jumlahnya berbeda maka kelak pada tahap pembuatan control chart akan muncul masalah, yakni tidak pastinya Upper Control Limit (UCL) dan Lower Control Limit (LCL).

Masing-masing sampel akan memiliki besar UCL dan LCL sendiri, sehingga sulit untuk mengambil kesimpulan dengan dasar yang baku dan universal.

berikut adalah contoh control chart yang dibuat berdasarkan jumlah anggota grup yang saling berbeda :

  1. iii. Menentukan titik sasaran (rata-rata data atau rata-rata range)

Hitung :

– Rata-rata dari rata-rata (grand average, symbol x dengan dua garis diatasnya)

– R-bar atau Rata-rata dari range (R) grup-grup analisis ( jika anggota grup analisis dibawah 20 unit )

Range didapat dari selisih antara angka terbesar dengan angka terkecil dalam grup

– S-bar atau Rata-rata dari simpangan baku (S) grup-grup analisis ( jika anggota grup analisis diatas 19 unit ), rumus dari simpangan baku adalah :

iv. Membuat batas pengendali, rumusnya :

Dimana A2, A3, B3, B4, D3, D4 bisa dilihat besarnya pada tabel ini : (click on me to download)

( perhatian !! “sample” dan “observations in sample” adalah 2 hal yang berbeda )

v. Menentukan batas spesifikasi

Batas spesifikasi ditentukan oleh manajemen berdasarkan kebutuhan konsumen atau target produksi.

vi. Plot data grup ke dalam Control Chart

Masukan grup-grup data ke dalam control chart yang telah memiliki control limit dan specification limit.

vii. Pemeriksaan Control Chart

Periksa grup jika ada yang memenuhi kriteria dalam sensitizing rule ( click on me to download ), khusus untuk grup yang berada di luar control limit, maka dilakukan penghitungan ulang control chart dengan grup yang berada diluar batas tersebut dihilangkan dari penghitungan control limit, dan jika penyebab dari keluarnya grup tersebut dari control chart :

  • Diketahui dan bisa dikendalikan, maka grup tersebut tidak dimasukan pada gambar dan perhitungan revisi control chart selanjutnya
  • Tidak diketahui atau tidak bisa dikendalikan, maka grup tersebut tetap dimasukan pada gambar control chart (sebagai rekam kontrol) tetapi tidak dimasukan pada perhitungan control chart baru tersebut

Hey!! Urusan control chart ini tidak hanya berhenti sampai pembuatan chart’nya, tetapi juga diaplikasikan pada keadaaan di lapangan, misal bila terdapat grup yang memenuhi kriteria dalam sensitizing rule maka dilakukan pemeriksaan, evaluasi, dan perbaikan di lapangan sehingga penyebab rusak / defect’nya grup tersebut dapat diperbaiki. Setelah kegiatan evaluasi lapangan beres lalu dilakukan pembuatan control chart baru.

Pertanyaan yang umum ditanyakan adalah :

Mengapa semakin besar simpangan (sigma / σ)  maka semakin sedikit barang yang cacat ?

Karena apabila kita memperbesar nilai sigma, maka besar rentang dalam control chart akan semakin lebar sehingga semakin detail memperlihatkan cacat yang terjadi. nah, cacat-cacat yang terlihat itulah yang lalu diperbaiki sehingga banyak cacat dapat diusahakan mendekati nol.

Agar lebih jelas, lihat perbandingan antara besar sigma dengan banyak cacat per sejuta (DPMO) berikut :

Sumber :

  • Pembelajaran pada Mata Kuliah Pengendalian Mutu Statistika Jurusan Statistika Universitas Padjadjaran,
  • Introduction to Statistical Quality Control 4’th edition, Douglas C. Montgomery, John Wiley & Sons.Inc Publisher. (download edisi ke-5)

3 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Control Chart « Carabineri++
  2. echa
    Jan 05, 2011 @ 10:31:16

    tlog saya di carikan ttg pareto chart, run chaaaaaart

  3. yuriyuda
    Jan 20, 2011 @ 12:31:59

    hai mbak, pareto chart sudah ada diatas, kalau run chart itu secara sederhana adalah plot data terhadap waktu, jadi operator atau analis dapat melihat perkembangan proses terkait variabel waktu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: