Riba sedikit bolehkah ? halal ? haram ?

Gambar dari Harian Kontan oleh Benny Rachmadi

Qs. Al Baqarah ayat 275 “…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…”

Riba itu apa?
Jawab:
Dari id.wikipedia.org/wiki/Riba:
Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar. Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil (diakses tanggal 20 Oktober 2012).

Riba itu halal atau haram?
Jawab:
Haram karena tidak sesuai prinsip agama dan mengambil keuntungan dengan merugikan atau menyusahkan orang lain (terbelit hutang). Rasulullah SAW mengatakan “Riba itu ada 73 pintu (dosa). Yang paling ringan adalah serupa dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya).

Bisnis apa saja yang berhubungan dengan riba?
Jawab:
Bisnis yang mengambil keuntungan dari usaha yang serupa dengan definisi riba. (kebanyakan dari bank, asuransi, perusahaan jasa keuangan, dan perusahaan dengan pengelolaan jasa pensiun yang prinsip pengambilan keuntungannya idem dengan definisi riba) .

Tapi beberapa usaha mengambil bunga yang kecil, tetap tidak bolehkah?
Jawab:
Gambarannya kotoran ayam sebanyak 1 colekan jari apakah jadi berwangi mawar bila dibandingkan dengan kotoran ayam sebanyak 1 drum? Sama dengan riba, mau satu rupiah mau satu milyar rupiah tetap saja riba.

Berarti semua bisnis di dunia mengandung riba?
Jawab:
Tidak semua, namun Rasulullah SAW mengatakan bahwa: “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya,” (HR Ibnu Majah, hadits No.2278 dan Sunan Abu Dawud, hadits No.3331; dari Abu Hurairah).

Menjalankan bisnis sendiri dengan tidak memanfaatkan riba dapat menjadi alternatif penghasilan, lagipula Rasul mengatakan 9 dari 10 pintu rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan), selama sesuai dengan prinsip islam.

Hukum halal-haram dimaksudkan untuk melindungi teman-teman dari efek buruknya, bukan membatasi ruang gerak kita.

Demikian secercah pesan ini saya sampaikan.

Kebenaran datangnya dari Allah SWT.

Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: