Bandung Kota Cendikia bukan Wisata

foto dari id.wikipedia.org

Dibangunnya hotel mewah di Jl Gatot Subroto Kota Bandung ditambah opini salah satu acara TV nasional mengenai status Bandung kota wisata menjadi bahan renungan akan dibawa kemana perkembangan kota ini.

Sejak dulu Bandung mendapat kehormatan memiliki dua perguruan tinggi nasional yang disegani, yakni ITB dan Unpad. Melihat modal ini, seharusnya Bandung berkembang menjadi kota penghasil cendikiawan Indonesia bukan sekedar tempat melepas lelah para buruh ibu kota.

Tidak bermaksud kontra dengan usaha wisata di Kota Bandung, namun efek negatif dari pariwisata relatif sulit dihilangkan dibandingkan jika Bandung lebih berkonsentrasi mendayakan seluruh kemampuan menjadi murni kota pendidikan. Alexander Sherbakov, seorang matematikawan asal Rusia berkata “ …investasi di bidang ilmu pengetahuan bisa menjamin masa depan cerah nan abadi bagi perekonomian dan masyarakat daerah tersebut…” (National Geographic Magazine edisi Indonesia, terbit Agustus 2008).

Kawasan Gedung Sate zaman Belanda

Dapat dipahami bahwa usaha wisata lebih mudah menghasilkan profit dibanding membangun kota pendidikan. Guna mengganti pendapatan dari sektor wisata, Pemerintah setempat dapat bekerja sama dengan perusahaan riset ilmu pengetahuan, obat, medis, lembaga akademik, dan badan usaha kreatif untuk membuka kantor atau lab utama di Bandung yang menyerap para pelajar dan mahasiswa di Bandung sehingga dapat terjadi proses transfer ilmu. Sebagai timbal baliknya, pemerintah dapat memberikan iklim usaha, perijinan, atau pajak yang lebih bersahabat terhadap perusahaan-perusahaan tersebut.

Pendapatan sektor wisata dapat diganti dari pajak riset ilmu pengetahuan, perusahaan dan industri kreatif (semacam riset obat, software engineer, web hosting and design, jasa cloud server, konsultan teknologi informasi, jasa design dan produksi, dll).

Karena hasil atau produk dari bidang pengganti pariwisata di atas dapat direplikasi dan diserap oleh dunia (bukan hanya Indonesia) maka pendapatannya dapat melebihi pendapatan dari sektor pariwisata.

Status kota wisata dapat diwariskan pada kota-kota lain yang belum memiliki pendapatan khusus. Sehingga para migran dapat kembali membangun kotanya sendiri dengan bekerja tanpa meninggalkan keluarga tercinta.

Perubahan Bandung menjadi kota cendikia adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan dukungan banyak pihak terutama pemerintah dan pengusaha. Sudah saatnya pengusaha membangun bisnis yang tidak mengeksploitasi konsumen, namun bisnis yang dapat membangun peradaban manusia yang berbudaya tinggi.

Bukankah indah bila Bandung menjadi kota cendikia yang wangi sepanjang masa kebanggaan Indonesia, bukan kota wisata yang hanya berwarna ketika libur tiba.

Oktober 2012

“Sebelum mengcopy, atau mengutip mohon izin dahulu kepada penulis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: